Ventilasi Semenit

Ventilasi Semenit

Ventilasi terdiri dari 2 fase. Yaitu, waktu udara masuk ke paru dinamakan inspirasi atau menghirup udara, dan waktu udara keluar dari paru ke lingkungan sekitar, dinamakan ekspirasi atau menghembuskan udara. Ventilasi semenit adalah berapa banyak udara yang dihirup atau dihembuskan (tidak kedua-duanya) dalam waktu 1 menit. Tetapi biasanya yang sering dipergunakan sebagai ukuran adalah udara yang dikeluarkan (VE) bukan jumlah udara yang dihirup (VI). Jumlah ini dapat ditentukan dengan mengetahui: 1) volume tidal (VT) yaitu berapa banyak jumlah udara yang dihirup dan dikeluarkan setiap daur pernafasan, 2) frekuensi bernafas (f) yakni berapa kali bernafas dalam satu menit sehingga dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut:

VE VT f

Ventilasi semenit = volume tidal frekuensi bernafas

(1 menit) (liter) (per menit)

Pada waktu istirahat, frekuensi bernafas biasanya 12x/ menit sedangkan volume tidal rata-rata 0.5 liter udara per sekali bernafas. Dalam keadaan seperti ini, volume udara waktu bernafas dalam satu menit, atau ventilasi semenit adalah 6 liter.

Peningkatan yang bererti pada ventilasi semenit, disebabkan oleh semakin cepatnya atau semakin dalamnya bernafas atau karena oleh kedua-duanya. Selama melakukan latihan yang berat frekuensi bernafas pada orang muda dan sehat biasanya meningkat antara 35-45 kali per menit, dan volume tidal bisa mencapai 2.0 liter bahkan lebih. Sebagai akibatnya, dengan meningkatnya frekuensi bernafas dan volume tidal, maka ventilasi semenit dapat dengan mudah mencapai 100 liter atau sekitar 17 kali lebih besar daripada waktu istirahat. Pada atlet dayatahan (laki-laki) dalam kondisi yang baik, ventilasi semenit dapat mencapai 160 liter per menit selama melakukan latihan maksimal.

Wilmore, dkk., (1972) melaporkan bahwa ventilasi semenit sebesar 208 liter per menit yang dicapai oleh seorang pemain sepakbola profesional pada waktu melakukan latihan maksimal dengan sepeda ergocycle. Walaupun ventilasi semenit sebesar itu, namun volume tidal sangat jarang melebihi 55% dari kapasitas vital, baik pada orang terlatih maupun pada orang yang tidak terlatih. (Folinsbee, L.J., dkk., 1983)

Ventilasi Alveoli dan Ruang Mati

Tidak semua udara pada setiap kali bernafas masuk ke alveoli dan oleh karena itu, tidak semuanya udara yang kita hirup terlibat dalam pertukaran gas. Jadi udara segar yang dapat masuk ke alveoli dinamakan ventilasi alveoli. Sedangkan udara yang tetap berada dalam lintasan pernafasan (hidung, mulut, faring, laring, trakea, bronchi, bronchioli) dan tidak ikut dalam pertukaran gas dinamakan ruang mati anatomis.

Pada orang yang sehat volume udara pada ruang mati anatomis rata-rata 150 – 200 ml atau sekitar 30% dari volume tidal istirahat. Selama melakukan latihan, terjadi pelebaran lintasan pernafasan, sehingga ruang mati anatomis menjadi lebih besar. Tetapi karena volume tidal pada waktu latihan juga meningkat, ventilasi alveoli juga tetap memadai, dan karena itu pertukaran gas tetap bisa dipertahankan.

Ventilasi alveoli tergantung kepada 3 faktor:

1. dalamnya waktu menarik nafas (vol. tidal)
2. kecepatan waktu bernafas (frekuensi)
3. ukuran ruang mati

Volume dan Kapasitas Paru

Seperti dikatakan sebelumnya, peningkatan volume tidal selama latihan mempunyai andil terhadap meningkatnya ventilasi semenit. Selama melakukan latihan yang maksimal, volume tidal mungkin bisa mencapai lima sampai enam kali lebih besar daripada waktu istirahat. Menigkatnya volume tidal merupakan hasil pemakaian volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume – IRV) dan volume cadangan ekaspirasi (expiratory reserve volume – ERV) tetapi kemungkinannya lebih besar pada pemakaian volume cadangan inspirasi daripada ekspirasi.

Terjadi sedikit penurunan pada kapasitas total paru (total lung capacity – TLC) dan kapasitas vital (vital capacity – VC) selama latihan berhubungan dengan meningkatnya aliran darah pulmoner. Meningkatnya jumlah darah di dalam pembuluh kapiler pulmoner menyebabkan volume ruang gas yang tersedia semakin berkurang. Sebagai akibatnya, volume residu (functional residual volume – RFC) akan sedikit meningkat selama latihan

Berdasarkan pada beberapa hasil penelitian, bahwa ukuran tubuh proporsional terhadap kapasitas total paru dan terutama kapasitas vital, dan kelompok atlet umumnya lebih tinggi dan lebih besar daripada non-atlet. Perenang biasanya telah menyumbangan kapasitas vital yang besar daripada kapasitas vital sebelumnya. Karena bentuk latihan tahanan yang dilakukan perenang ketika mengeluarkan nafas di dalam air akan mengakibatkan kapasitas vital yang lebih besar.

Berbagai macam volume dan kapasitas paru tidak hanya dipengaruhi oeh ukuran dan pengembangan tubuh, tetapi juga oleh posisi tubuh. Apabila seseorang dalam keadaan berbaring, sebagian besar volume akan menurun. Hal ini disebabkan oleh 2 faktor. Pertama, organ-organ yang ada di dalam perut, cenderung mendorong diafragma dan sebagai akibatnya mempengaruhi grafitasi pada posisi telentang, dan yang kedua karena terjadi peningkatan volume darah pulmoner sebagai hasil dari perubahan tekanan hemodinamik.

Volume residu bertindak sebagai reservoar didalam mengurangi besarnya fluktuasi karbondioksida dan oksigen pada aliran darah pulmoner. Dengan kata lain, pindahnya karbondioksida dari darah adalah untuk mempertahankan batas nominal. Dan pada waktu yang bersamaan okasigen terus berdifusi ke dalam darah.

Kapasitas vital dipengaruhi oleh posisi tubuh. Kekuatan otot-otot pernafasan, kemampuan paru, dan rongga dada untuk berkembang. Tetapi apabila rongga dada terbenam dalam air, seperti penimbangan berat badan dalam air, maka kapasitas vital sedikit menurun. Jadi bentuk latihan yang paling baik untuk pengembangan volume paru adalah berenang.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s